Wali Kota Bima Ingatkan Tata Kelola Pemerintahan Harus Kompetitif dan Inovatif
Cari Berita

Advertisement

Wali Kota Bima Ingatkan Tata Kelola Pemerintahan Harus Kompetitif dan Inovatif

Senin, 08 Juni 2026

Foto Walikota Bima Pada Saat Lantik ASN 


KOTA BIMA, Media BuserBimaNTB.Com – Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, menegaskan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bima wajib beradaptasi dengan perubahan tata kelola pemerintahan yang kini bergerak dalam sistem persaingan yang semakin ketat dan terbuka. Penegasan ini disampaikan saat memimpin upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sejumlah ASN, yang digabungkan dengan Apel Gabungan awal bulan, di Halaman Kantor Wali Kota Bima, Senin, 8 Juni 2026.


 



Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin (tengah), saat memimpin upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ASN, yang dirangkaikan dengan Apel Gabungan awal bulan, di Halaman Kantor Wali Kota Bima, Senin (8/6/2026). Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya adaptasi, kinerja nyata, dan daya saing pemerintahan demi kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga

Target Tiga Besar, Kota Bima Lepas 85 Kafilah Berlaga di MTQ ke-31 Tingkat NTB

Wali Kota Bima Targetkan Dua Inovasi Per OPD, Kejar Insentif Pusat Hingga Rp7 Miliar

Hadir di Wilayah Pegunungan, "Selasa Menyapa" di Lambitu Perluas Akses Layanan Publik

Dalam sambutannya, Aji Man—sapaan akrab Wali Kota—menekankan bahwa pelantikan bukan sekadar langkah kenaikan jenjang karier birokrasi, melainkan sebuah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan lewat kinerja unggul dan pengabdian tulus bagi masyarakat.


 


"Kepercayaan yang diberikan ini harus dijawab dengan integritas yang tinggi, sikap profesional, kedisiplinan, dan hasil kerja yang terus membaik dari waktu ke waktu," tegasnya.


 


Menurut A. Rahman, tantangan penyelenggaraan pemerintahan daerah saat ini semakin kompleks. Di satu sisi, pemerintah daerah dituntut mencapai berbagai target pembangunan sekaligus mendukung program prioritas nasional. Namun di sisi lain, kemampuan keuangan daerah masih menghadapi berbagai keterbatasan yang tidak sedikit.


 


Kondisi ini, lanjut dia, menuntut perubahan cara kerja. Pola kerja konvensional sudah tidak relevan lagi. Pemerintah daerah harus mulai memperkuat kolaborasi lintas sektor dan menjajaki sumber pendanaan alternatif agar percepatan pembangunan tetap berjalan meski di tengah keterbatasan anggaran.


 


Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah pusat kini telah membangun ekosistem persaingan kinerja antardaerah yang transparan dan terbuka. Keberhasilan suatu daerah kini diukur dari berbagai indikator strategis, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi, penurunan angka kemiskinan, penanganan masalah stunting, peningkatan nilai investasi, penciptaan lapangan kerja, kualitas pelayanan publik, hingga kemampuan menciptakan inovasi daerah.


 


"Ukuran keberhasilan kita sekarang bukan lagi seberapa besar anggaran yang terserap atau seberapa banyak program yang digulirkan, melainkan seberapa besar dampak dan hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.


 


Lebih jauh, Wali Kota menjelaskan bahwa daerah yang mampu mencatatkan capaian terbaik berpeluang besar mendapatkan penghargaan, insentif fiskal, serta dukungan tambahan anggaran dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, Kota Bima harus siap bersaing ketat dengan daerah lain dalam menghadirkan layanan prima dan hasil pembangunan berkualitas.


 


Ia menilai, kemenangan dalam persaingan pembangunan tidak ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam atau besarnya anggaran semata, melainkan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan cepat beradaptasi terhadap perubahan zaman.


 


Khusus kepada ASN yang baru saja dilantik, A. Rahman berpesan agar senantiasa memberikan pelayanan publik yang cepat, mudah diakses, dan bermutu tinggi. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga integritas, terus meningkatkan kompetensi diri, serta menjadi teladan dalam kedisiplinan dan etika kerja di lingkungan masing-masing.


 


Perhatian khusus juga diberikan kepada para pejabat fungsional. Menurutnya, jabatan fungsional bukan sekadar jalur pengembangan karier, melainkan tempat berkontribusi sesuai keahlian dan keilmuan yang dimiliki, di mana manfaatnya harus terasa nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan warga.


 


Di akhir arahannya, Wali Kota mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan Kota Bima tidak bisa diraih oleh perorangan atau satu instansi saja. Keberhasilan itu butuh sinergi, kerja sama, dan komitmen penuh dari seluruh elemen ASN untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan berorientasi pada pelayanan.


 

"Momentum pelantikan hari ini harus menjadi titik awal untuk memperkuat semangat pengabdian dan memberikan yang terbaik bagi kemajuan Kota Bima serta kesejahteraan seluruh masyarakatnya," pungkasnya.


 


(Tim/MBB )