Mataram, buserbimantb.com - Jika kita mengikuti dinamika pemilihan
Gubernur NTB 2024 saat ini, banyak bermunculan tokoh yang digadang - gadang
akan maju dalam kontestasi. Mulai dari Doktor Zul mantan gubernur NTB
2018-2023, Umi Rohmi mantan wakil gubernur NTB 2018-2023, Abah Uhel mantan
bupati Lombok Tengah dua periode, Lalu Gita mantan Pj Gubernur sekaligus sekda
NTB saat ini, Musyafirin mantan bupati Sumbawa Barat dua periode, ada juga
Sukiman mantan bupati Lombok Timur dua periode, masih ada lagi nama besar
seperti Mohan dan Lalu Pathul yang bukan saja sedang menjabat kepala daerah
namun juga merupakan pemimpin di partainya masing-masing. Selanjutnya yang
paling anyar muncul tokoh dari Bima yakni Indah Damayanti atau yang akrab
disapa Umi Dinda mantan Bupati Bima dua periode ini turut meramaikan bursa
kontestasi pilgub NTB 2024.
Mengapa pada pilgub NTB kali ini banyak bermunculan
nama-nama tokoh tersebut? Menurut perkiraanku karena banyak dari mereka telah
selesai dengan jabatan kepala daerah sebelumnya (due periode), itulah mengapa sosok
seperti Mohan dan Lalu Pathul menguat untuk menjabat dua periode kembali di
kabupaten Lombok Tengah dan Kota Mataram. Sementara incumbent saat ini seperti
Doktor Zul dan Umi Rohmi justru memilih jalannya masing-masing untuk menjadi
nomor satu di NTB, disamping itu elektabilitas dari kedua incumbent ini menurut
banyak lembaga survey ternyata masih dibawah 30% sehingga peluang bagi
kontestan lain untuk memenangi kontestasi ini masih sangat terbuka. Ada satu
faktor lagi yang secara tidak langsung mempengaruhi kekuatan incumbent ini
yakni adanya jeda kepemimpinan selama satu tahun yang digantikan oleh PJ
sementara sehingga pengaruh incumbent ini pun tidak terlalu besar ditingkat
birokrasi maupun akar rumput.
Dari sekian banyak kandidat diatas ada satu tokoh yang
sangat menarik untuk diperbincangkan, ia bernama Lalu Muhamad Iqbal atau yang
akrab disapa Mamiq Iqbal. Tokoh satu ini menjadi menarik karena beliau bukan
mantan kepala daerah, bukan kader partai, bukan pula orang yang banyak bergelut
di birokrasi NTB. Beliau adalah seorang birokrat dan teknokrat di Kementrian
Luar Negeri Indonesia hingga pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk
Turki pada 2019-2023 lalu. Dari rekam jejak hingga kariernya sangat banyak kita
temukan keistimewaan yang tidak mungkin saya jabarkan secara utuh dalam tulisan
ini, yang pasti ketika seorang diberikan tanggungjawab sebagai Duta Besar
artinya orang tersebut sudah teruji kapasitas dan kapabilitasnya. Wajar saja
jika Mamiq Iqbal ini juga sempat ditawari jabatan menteri atau masuk kabinet
Indonesia Maju yang dibentuk Prabowo-Gibran kedepan. Dengan segala pengalaman
tersebut, membuat tokoh ini memiliki jaringan yang luas di dunia serta
kedekatan dengan pemerintah pusat dan elit politik Indonesia, hal-hal ini akan
sangat membantu ketika ia mendapatkan amanah untuk memimpin NTB kedepan.
Berkaca dengan kondisi ekonomi NTB yang masih sangat
menggantungkan hidup dari tambang, sementara sektor perdagangan, pertanian,
hasil laut, peternakan hingga pariwisata relatif belum optimal. Kondisi semacam
ini mengharuskan NTB memiliki pemimpin yang memiliki jaringan luas dan dekat
dengan pemerintah pusat dengan tujuan memudahkan investasi, perizinan,
pembangunan infrastruktur strategis, jalur pendistribusian, akses pasar luas
hingga pembangunan sumber daya manusia yang ideal. Dalam kondisi ini maka tokoh
seperti Mamiq Iqbal sangat diharapkan menjadi solusi atas bermacam persoalan
tersebut, karena ia relatif memiliki kelebihan dalam hal tersebut jika
dibandingkan tokoh kontestan lainnya. Disamping itu Mamiq Iqbal juga cukup
konsen pada isu pendidikan, hal ini terbukti ketika beliau masih menjabat Duta
Besar, seperi banyak cerita dari mahasiswa Indonesia di Turki yang dibantu
hidup dan menyelesaikan kuliahnya. Meski seorang Miq Iqbal tidak pernah
menjabat di daerah namun banyak kontribusi yang telah diberikannya untuk NTB,
sejak menjabat menjadi direktur perlindungan PMI ia juga banyak membantu PMI
asal NTB yang kesulitan dan bermasalah. Ketika menjabat Duta Besar, Miq Iqbal
sering juga mempromosikan pariwisata NTB di mancanegara. Meski rasa-rasanya
tidak adil jika menuntut sumbangsingnya di NTB sementara jabatan yang sedang
diemban ada ditingkat pusat, meski demikian ia tetap berupaya agar bisa
memberikan sumbangsih untuk NTB.
Saat ini Mamiq Iqbal sepertinya akan berpasangan dengan Umi
Dinda, seorang kepala daerah perempuan pertama di kawasan timur Indonesia. Umi
Dinda disamping berpengalaman di daerah juga memiliki segudang prestasi selama
menjabat di Kabupaten Bima. Mulai dari Pemkab Bima mampu mempertahankan opini
wajar tanpa pengecualian (WTP) 2024 dari BPK selama 9 kali beruntun sejak
pertamakali menjabat, prestasi ini mengambarkan akuntabilitas dan integritas
beliau selama menjabat. Pemkab Bima juga berhasil meraih peringkat I dalam Pelayanan
Publik setelah dilakukan penilaian dan pengecekan lapangan oleh Tim Ombudsman
RI pada 2023 membuktikan kecakapannya dalam menata birokrasi di Bima.
Selanjutnya pernah meraih penghargaan atas keberhasilan melakukan eliminasi
(pengurangan) kasus malaria dari World Health Organization (WHO) 2022, Pemkab
Bima pernah juga menerima tiga kali berturut-turut penghargaan Top Inovasi
Pelayanan Publik atas Inovasi Dana Insentif Desa (DINDA) KemenPAN-RB RI Tahun
2021, dan masih banyak lagi penghargaan atas capainnya ketika memimpin
Kabupaten Bima selama dua periode.
Perpaduan kedua tokoh ini bagi banyak masyarakat adalah
pasangan yang sangat ideal untuk memimpin NTB kedepan. Mulai dari segi gender
laki-perempuan, representsi birokrat-politisi, Mamiq Iqbal yang memiliki
jaringan luas dan berpengalaman di kancah nasional dan global sementara Umi
Dinda memiliki banyak pengalaman dan prestasi dalam memimpin daerah. Dari
komposisi elektoral dan teritorial juga terbilang sangat ideal, Mamiq Iqbal
putra asli suku Sasak kelahiran Lombok Tengah sementara Umi Dinda putri asli
suku Mbojo kelahiran Dompu. Sehingga menjadi tepat jika kedua tokoh ini akan
mengusung jargon "NTB MAKMUR MENDUNIA". NTB yang makmur berkat
kesejahteraan dan kecerdasan masyarakatnya, sehingga mampu bersaing ditingkat
nasional hingga dunia.
Oleh: Muhammad Shulhi Islami (Ketua Pemenangan Gass Iqbal)


