Kabar Gembira Masyarakat Purwakarta Kini Tidak Akan Gelisah,Pujasera Milik RS Bayuasih Akan Jadi Ruang Inap IGD
Cari Berita

Advertisement

Kabar Gembira Masyarakat Purwakarta Kini Tidak Akan Gelisah,Pujasera Milik RS Bayuasih Akan Jadi Ruang Inap IGD

Jumat, 06 Maret 2026



Purwakarta | Media BuserBimaNtb.com - Bangunan pujasera milik RSUD Bayu Asih yang selama ini terlihat terbengkalai rencananya akan disulap menjadi ruang inap kelas 3. Langkah ini muncul setelah banyaknya aduan masyarakat kepada Bupati Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein.



Inisiatif tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Purwakarta saat turun ke lapangan melakukan pengecekan kondisi bangunan pujasera di area rumah sakit. Saat melakukan peninjauan, bupati melihat kondisi bangunan yang sudah tidak terawat dan tampak kotor.



Menurut Om Zein, langkah cepat perlu segera dilakukan agar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan ruang rawat inap, khususnya bagi pasien kelas 3.

“Jangan sampai ada aduan lagi ketika warga membutuhkan ruang inap tapi dikatakan penuh. Cape lamun warga masyarakat ngadu ka saya,” ujar Bupati.



Ia juga menyinggung kemungkinan penuhnya ruang rawat inap yang sering dikeluhkan masyarakat, terutama bagi pasien pengguna BPJS.



“Apakah ruang inap penuh karena pasien BPJS? Ini harus kita cari solusinya,” tegasnya.



Sebagai langkah strategis, Bupati meminta jajaran manajemen rumah sakit untuk segera melakukan perencanaan pembangunan ruang inap kelas 3 di lokasi bangunan pujasera tersebut.



Arahan tersebut ditindaklanjuti oleh Direktur Utama RSUD Bayu Asih, dr. Tri Muhammad Ahni, MARS, M.Kes, bersama wakil direktur serta para kepala bidang rumah sakit saat mendampingi bupati dalam kunjungan pada Rabu (4/3/2026).



Om Zein berharap proses pembangunan ruang inap kelas 3 bagi pasien BPJS dapat segera direalisasikan pada tahun ini agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih maksimal.



“Intinya tahun ini harus segera dilakukan pembangunan ruang inap untuk pasien BPJS kelas 3,” ujarnya.

Menanggapi arahan tersebut, dr. Tri Muhammad hani menyatakan kesiapan pihak rumah sakit untuk menjalankan instruksi bupati.

“Kami siap melaksanakan arahan ini,” katanya.



Meski demikian, Bupati Purwakarta juga mengingatkan bahwa inisiatif pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan seharusnya dapat datang dari manajemen rumah sakit sendiri.



“Seharusnya inisiatif itu datang dari kepala kabag program perencanaan dilanjutkan kepada direktur utama. Jangan sampai setelah dilihat saat sidak baru ada pergerakan,” pungkasnya.


( Nal )