Penyajian MBG di SMA Negeri 1 Darangdan Diprotes Orang Tua Murid, Diduga Tidak Layak Konsumsi
Cari Berita

Advertisement

Penyajian MBG di SMA Negeri 1 Darangdan Diprotes Orang Tua Murid, Diduga Tidak Layak Konsumsi

Minggu, 15 Maret 2026



Purwakarta | Buserbimantb.com - Program penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Kali ini, keluhan datang dari salah satu orang tua murid di SMA Negeri 1 Darangdan yang menilai makanan yang disajikan tidak layak untuk dikonsumsi.Minggu,(15/03/2026).



Kekecewaan tersebut mencuat setelah sebuah video yang diunggah melalui aplikasi TikTok memperlihatkan kondisi makanan yang diduga berasal dari dapur penyedia MBG untuk sekolah tersebut. Dalam video yang beredar, terlihat beberapa makanan yang dinilai tidak layak, seperti jeruk yang sudah busuk serta kue yang tampak tidak dalam kondisi baik.



Salah satu orang tua murid yang mengunggah video tersebut mengaku sangat kecewa dengan kualitas makanan yang diberikan kepada para siswa. Ia mempertanyakan standar kelayakan makanan yang disalurkan melalui program tersebut.



“Kok untuk anak SMA penyajiannya seperti ini. Jangan-jangan yang diterima siswa SD dan SMP juga sama. Ini sangat memprihatinkan, bukannya membuat anak sehat malah dikhawatirkan bisa membuat anak sakit, seperti keracunan atau muntaber jika makanan tersebut dikonsumsi,” ungkapnya dalam video yang beredar.



Kekhawatiran tersebut membuat sejumlah orang tua murid meminta perhatian serius dari pemerintah daerah. Mereka berharap Saepul Bahri Binzein serta pihak terkait, khususnya Kepala Satuan SPPG, segera melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap dapur MBG yang menyalurkan makanan ke sekolah tersebut.

Para orang tua murid juga meminta agar pihak penyedia makanan yang telah bekerja sama dengan sekolah tidak sembarangan dalam menyiapkan makanan untuk para siswa. Menurut mereka, kualitas dan kebersihan makanan harus menjadi prioritas utama demi menjaga kesehatan anak-anak.



Sementara itu, seorang aktivis muda, Dede Mulyadi, turut menyoroti persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini agar mendapatkan perhatian serius dari pihak berwenang.

“Kami akan kawal hal ini sampai ada kejelasan dan evaluasi terhadap dapur penyedia makanan tersebut,” tegasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak dapur penyedia MBG yang menyalurkan makanan ke SMA Negeri 1 Darangdan belum dapat dikonfirmasi. Tim media mengaku masih mengalami kesulitan untuk bertemu langsung dengan pihak pengelola dapur guna meminta klarifikasi terkait video yang beredar tersebut.



Para orang tua murid berharap adanya evaluasi menyeluruh agar program penyediaan makanan bagi siswa benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan dan gizi anak-anak, bukan justru menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.


( Nal )